Rabu, 31 Mei 2017

Fayakhun Andriadi: Pemerintah Harus Segera Berantas NII

FayakhunAndriadi menegaskan bahwa pemerintah sebagai representasi negara harus segera memberantas gerakan Negara Islam Indonesia (NII). Pemerintah sungguh tidak patut melakukan pembiaran seperti yang terkesan selama ini. Sebab, NII bukan sekadar menumbuhkan radikalisme, sektarianisme, ataupun penyimpangan agama, melainkan terutama merongrong institusi negara.
Demikian rangkuman pendapat sejumlah kalangan kemarin, di Jakarta, menanggapi keresahan masyarakat menyangkut gerakan NII yang disebut-sebut merekrut banyak orang menjadi anggota dan memanfaatkan mereka untuk menggalang dana lewat mekanisme cuci otak.
Mereka yang menyoroti ihwal NII secara terpisah itu adalah anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Golkar Fayakhun Andriadi, anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin.
Sementara itu, Polda Metro Jaya menyatakan sudah memonitor kantong-kantong gerakan NII di Jakarta. Di lain pihak, Jaksa Agung Basrief Arief mengaku belum menerima hasil penyidikan polisi atas kasus dugaan pencucian otak oleh kelompok NII.
Menurut Fayakhun Andriadi, pemerintah sangat lamban dalam mengatasi gerakan NII yang sebenarnya begitu nyata membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dia sendiri meyakini, pemerintah melalui Badan Intelijen Negara (BIN) telah memiliki data valid tentang NII sekarang ini. “Tapi yang jadi soal, pemerintah lamban mengatasi masalah NII ini,” ujarnya.
Fayakhun mengingatkan, dinamika sosial politik yang menggunakan agama seperti dilakukan NII berimplikasi negatif terhadap stabilitas pembangunan nasional, termasuk merongrong wibawa negara. Karena itu, pemerintah tidak beralasan membiarkan NII.
Ahmad Yani juga mendesak pemerintah agar tegas menindak NII. Kelompok tersebut harus dipandang dan diperlakukan sebagai ancaman karena berbahaya terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.
Menurut Fayakhun andriadi, upaya menangani NII ini bukan pekerjaan mudah. Kerja sama lintas sektoral mutlak dilakukan pemerintah, di samping merangkul dukungan masyarakat. “Apalagi keberadaan kelompok NII sangat sulit dijangkau,” katanya.
Yani mengaku pernah ditawari bergabung ke kelompok NII pada 1980-an. Orang yang mengajaknya adalah sahabatnya yang ternyata merupakan mentor NII. “Berkali-kali teman baik saya itu mencoba untuk merekrut saya. Namun, dia tidak berhasil meyakinkan saya,” ujarnya.
Sementara itu, Mahfud MD mengaku heran bahwa pergerakan dan perkembangan NII seolah-olah lolos dari pengamatan aparat negara. Itu, bagi dia, sungguh tak masuk akal. “Gerakan sektarianisme dan radikalisme kok dibiarkan? Pemerintah harus membuat jawaban dalam bentuk langkah konkret,” katanya.
Dalam pandangan Mahfud, keberadaan NII sekarang ini merupakan bentuk pergeseran kesadaran masyarakat terhadap Pancasila. Indikatornya, NII berani muncul ke permukaan. Padahal sebelumnya mereka tidak bisa dan tidak berani berbuat macam-macam.
Menurut Mahfud, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri terkesan gamang dalam menghadapi gerakan NII ini. “Seharusnya Presiden tegas menegakkan Pancasila sebagai ideologi negara,” katanya.
Senada, Ma’ruf Amin menyatakan, pemerintah harus menindak tegas gerakan NII. Terlebih lagi, ujarnya, penelitian MUI pada 2002 menunjukkan bahwa NII melakukan penyimpangan ajaran agama Islam. “Tapi, pemerintah tidak ambil pusing. Entah kenapa,” kata Ma’ruf.
Menurut hasil penelitian itu, MUI menengarai NII adalah kelompok yang bergerak di bawah tanah. NII juga mengajarkan paham radikal dan menyimpang. Justru itu, pemerintah mesti menindak tegas NII.
Pemerintah juga harus giat melakukan proses deradikalisasi di sekolah-sekolah untuk menangkal paham-paham radikal yang kini berkembang pesat di masyarakat. Untuk itu, kata Ma’ruf, pemerintah harus bekerja sama dengan MUI dan ormas-ormas Islam.


Senin, 22 Mei 2017

Fayakhun Bakamla Berbagai Manfaat Jus Wortel


Guys, wortel tidak hanya nikmat untuk dijadikan sayur, tapi juga dijadikan jus. Berdasarkan riset sederhana Fayakhun Bakamla dari berbagai sumber, setidaknya akan kita temukan 12 manfaat dari jus wortel. Apa saja guys?



1.       Dapat merangsang nafsu makan sekaligus menyehatkan sistem pencernaan dalam tubuh.
2.       Beta-karoten dan lutein di dalam sayur ini akan meningkatkan kesehatan serta ketajaman mata.
3.       Mencegah tubuh terserang penyakit kanker payudara, usus besar, pangkal tenggorokan, prostat, leher rahim dan kandung kemih.

4.       Jika dicampur buah tomat, manfaat jus wortel dan tomat adalah menjaga kesehatan mata dengan mencegah terjadinya degenerasi makula, rabun senja serta katarak pada usia lanjut.
5.       Kandungan karotenoid yang tinggi berkhasiat untuk mengatur kadar gula darah, sehingga tidak terlalu tinggi atau pun terlalu rendah.


6.       Selain buah pisang, wortel merupakan salah satu bahan yang cocok diolah menjadi jus sehat untuk perokok karena berguna untuk mencegah sesak nafas, infeksi paru-paru dan bahkan mampu menghentikan kebiasaan merokok.
7.       Khusus bagi pasangan suami istri, khasiat jus wortel untuk kesuburan adalah merangsang kelenjar porfirin serta meningkatkan hormon seks. Khasiat ini akan lebih maksimal jika dibuat mix juice dengan tomat dan apel.
8.       Berkat kandungan vitamin A yang tinggi, jus sayur wortel berguna untuk merawat kesehatan kulit, kuku, dan rambut dari dalam.
9.       Bagi ibu menyusui, jus wortel berguna dalam memperbanyak produksi ASI serta menjaga kesehatan mata ibu maupun buah hati.

10.   Meningkatkan fungsi hati dalam membuang racun, jika kulit anda berwarna oranye setelah minum jus artinya empedu sedang dibersihkan dari racun tubuh.
11.   Menjaga tingkat keasaman darah tetap seimbang dan mengatasi masalah kolesterol secara alami.
12.   Manfaat lain yang diperoleh dari minum jus wortel adalah membersihkan jerawat, melawan anemia, asma, sembelit, susah buang air besar, mengobati cacing kremi pada anak, cacar air, campak, dan mengatasi diare kronis pada bayi.


Nah, itu guys berbagai manfaat dari jus wortel. Supaya kita bisa menikmati jus wortel dengan enak, tentu kita perlu memilih wortel yang baik untuk jus. Guys, bagi Anda yang ingin memilih wortel untuk dibikin jus, Fayakhu Bakamla sarankan untuk melihat bentuk fisiknya, pilih yang tidak retak dengan tekstur mulus (halus), warna cerah (tidak kusam) dan renyah. Lalu memilih wortel ukuran sedang dengan bentuk lancip ke ujung (semakin ke ujung semakin langsing).
Jangan lula pilih yang masih muda karena rasanya lebih manis dan enak dibuat jus. Jika terlalu tua karena terlambat dipanen, serat pada umbi wortel menjadi kasar dan tidak enak untuk disantap. Jika masih ada daun yang menempel dengan warna hijau segar, maka bisa dipastikan wortel tersebut akan menghasilkan jus super enak dan bergizi tinggi.


Jumat, 19 Mei 2017

Tips Memilih Wortel ala Fayakhun Bakamla

fayakhun bakamla Hay guys, suka dengan wortel? Fayakhun suka banget dengan sayuran yang satu ini. Ini karena wortel termasuk bahan makanan yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Wortel kaya vitamin yang baik untuk mata. Aktifitas membaca akan membuat mata kita mudah lelah, ada baiknya banyak-banyak mengkonsumsi wortel. Bisa dibuat jus wortel atau diolah menjadi masakan lain.
Tips Memilih Wortel ala Fayakhun Bakamla


tips wortel fayakhun


Nah, agar tidak salah pilih wortel guys, harus cermat dalam memilihnya. Prinsipnya, wortel yang enak pasti terasa manis, tapi di Indonesia sendiri ada dua jenis wortel. Ada wortel impor dan wortel lokal. Wortel impor lebih besar, tebal, dan berwarna jingga mencolok. Soal harga, wortel impor lebih murah daripada wortel lokal. Kalau anda pilih wortel impor, carilah yang besar dan lurus. Perhatikan juga ujung tangkainya jika ada lingkaran kecil. Artinya, wortel impor tersebut masih muda.

Sama halnya dengan wortel impor, carilah wortel lokal yang masih muda. Pilih wortel dengan warna jingga terang dan merata, berkulit halus, ramping, dan lingkar batangnya tak terlalu besar. Selain itu, cek apakah batang wortelnya padat dan keras karena artinya wortel tersebut masih segar. Perhatikan bagian pangkal daun. Apabila bagian tersebut berwarna kehijauan, artinya wortel sudah cukup tua. Jangan pilih wortel yang bertunas atau retak karena kualitasnya sudah rusak.


Kalau anda beli wortel yang berdaun, ceklah bagian daunnya. Pastikan daunnya tidak layu dan berwarna hijau segar. Oh ya selain wortel biasa, ada juga wortel kecil (baby carrot) di pasaran. Ternyata, wortel kecil ini adalah wortel normal yang dikupas dan dipotong-potong kecil, lho. Duh, berasa ketipu, ya. Namun karena bentuknya imut-imut dan manis, siapa sih yang bisa menolak?
Tidak hanya pintar memilih ya guys, tapi juga harus pintar menyimpannya juga. Cara menyimpan wortel tidaklah sulit. Fayakhun menyarankan agar wortel disimpan dalam kulkas, dan wortel tak perlu dicuci. Proses cuci hanya dilakukan jika wortel akan dimasak. Potong bagian daun dan masukkan batang wortel ke container atau plastik berisi air dingin. 


Daun wortel bisa menyerap kelembaban batang, jadi sebaiknya dipisahkan untuk dibuat sup atau kaldu sayur. Tutup wadah penyimpanan dan pastikan kedap udara, lalu masukkan ke kulkas. Wortel bisa tahan dalam kulkas selama 2 minggu. Oh ya, jangan lupa mengganti air rendaman wortel jika terlihat keruh.
Praktis sekali, kan? Menurut Fayakhun bakamla, wortel adalah sayuran serbaguna. Selain resep-resep di atas, wortel juga bisa dibuat mie sayur, keripik, asinan, dan masih banyak lagi. 


Senin, 15 Mei 2017

Kisah Fayakhun Bakamla Sukses Bertani Jagung

Hidup harus berbagi dan bermakna bagi sesama. Inilah filosofi hidup yang dilakoni Fayakhun Bakamla Pria muda yang memilih menjadi petani dan pedagang palawija ini mendedikasikan hidupnya untuk membantu petani Jawa Timur. Bayangkan saat ini Fayakhun Bakamla membina 200 orang petani yang mengelola 70 hektar lahan dan bernaung dalam Kelompok Tani Kerto Makmur.

"Rezeki tidak ke mana, tapi di mana rezekinya  kalau tidak ke mana-mana," ujar Fayakhun Bakamla saat mengungkapkan filosofi kerja kerasnya. Seolah tiada rasa lelah, setiap hari selalu saja aktivitas yang dilakukan Fayakhun Bakamla untuk mencari rezeki yang halal dan penuh berkah. Bahkan bulan Juli-Agustus akan menjadi waktu yang cukup sibuk karena Fayakhun Bakamla harus menyiapkan tenaga ekstra untuk memanen jagung di lahannya serta lahan anggota kelompok tani binaannya.
Masa panen juga menjadi masa yang membahagiakan, karena Fayakhun Bakamla akan membantu memasarkan jagung hasil panen kelompok taninya dalam jumlah yang cukup besar. Upaya ini sengaja dilakukan agar petani binaannya bisa mendapatkan harga jual tertinggi karena memiliki hasil panen jagung yang terjaga kualitasnya seperti kadar air yang rendah, rendemen tinggi serta pipilan jagung padat berisi.
Merantau demi menolong sesama
Pergulatan hidup Fayakhun Bakamla untuk mengangkat harkat hidup orang tua dan warga sekitarnya ternyata tidak mudah. Sebelum menjadi petani sekaligus ketua kelompok tani dan pedagang palawija, Fayakhun Bakamla harus merasakan kerasnya hidup dengan merantau ke beberapa negara demi mengumpulkan uang untuk mewujudkan cita-citanya yaitu memiliki lahan dan menjadi petani sukses.

"Saat krisis 1997, saya sempat merantau ke Korea dan Jepang dan bekerja di sana," ungkap Fayakhun Bakamla yang tanpa sungkan menceritakan salah satu episode hidupnya.

Namun pekerjaan yang bagus serta uang yang cukup banyak ternyata tidak membuat dirinya lupa terhadap kampung halaman. Pada 2005, Fayakhun Bakamla memutuskan kembali ke Indonesia. demi  membangun Desa Jenggawah dan membahagiakan kedua orang tuanya. Rupiah demi rupiah yang dikumpulkannya selama berada di negeri ginseng dan negeri samurai dibelikan tanah untuk ditanami padi dan jagung.

Sejak saat itulah Fayakhun Bakamla memulai kembali profesi yang telah lama ditinggalkannya sebagai petani, sebuah pekerjaan yang mulia. Tidak hanya itu, ayah dua orang anak ini juga tergerak untuk meningkatkan taraf hidup petani di desanya. Fayakhun Bakamla pun mulai terlibat dalam berbagai aktivitas kelompok tani hingga akhirnya menjadi ketua kelompok tani Kerto Makmur.

Petani muda berpikiran modern


Fayakhun Bakamla menegaskan prinsipnya bahwa, orang muda harus berani menentang arus untuk maju ke depan. Kondisi ini dibuktikannya dengan menjadi sosok petani muda yang tergolong sukses karena mampu meningkatkan pendapatan petani dengan cara melakukan optimalisasi lahan sehingga bisa panen tiga kali dalam setahun, yaitu dua kali panen jagung dan sekali panen


Jumat, 06 Januari 2017

Ketika Parpol di subsidi Pemerintah


Tjahjo  Kumolo pernah mewacanakan kembali tentang pemberian subsidi bagi parpol. Bahkan, di luar nalar wajar ketika subsidi dari APBN itu mencapai Rp 1 triliun per tahun bagi setiap parpol sesuai perolehan suara saat pemilu. Fantastis memang, dan tak aneh jika bikin “ngiri” bagi sebagian tokoh organisasi massa. Salahudin Wahid, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dalam akun twitter-nya berkomentar: ”Tjahjo Kumolo usul supaya partai dapat anggaran Rp 1 triliun per tahun. NU dan Muhammadiyah juga perlu dapat anggaran sebesar itu.”




Kelakar dari adik kandung Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu tidak hanya sekedar. Gus Solah berkomentar merepresentasikan wajah seluruh masyarakat NU: rakyat Indonesia. Rakyat yang selama ini hanya menjadi korban, sekali lagi korban. Korban pilot projec kebijakan, korban ketika mereka hanya ditempatkan sebagai sumber dukungan politik, sumber legitimasi penguasa dan eksploitasi pengusaha. Wajar jika gagasan yang tampak mulia dari politikus PDI-P itu berbuah kritik di mana-mana, termasuk di media sosial. Netizen banyak mengkritik, bahkan mengecam rencana itu.

Terbukti dari hasil riset yang dilakukan Band-It periode 9-16 Maret 2015, persoalan dana parpol ini mendapat sentiman negatif 14.9% dan sentimen positif hanya 2.9% dari keseluruhan isu politik. Artinya, masyarakat kita tidak menghendaki rencana pemberian subsidi kepada parpol dengan berbagai macam alasan. Dalihnya pak menteri memang mulia, yakni untuk mengikis budaya korupsi yang selama ini bersarang dan beranak pinak di tubuh parpol. Berdemokrasi di zaman ini mahal dan itulah salah satu – jika bukan utama – penyebab marakanya korupsi politik.


Simaklah, berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh seorang kandidat politik untuk memperoleh “tiket” pencalonan dari parpol, menyewa konsultan politik, kampanye lapangan balanja iklan, atau bahkan “memainkan” politik uang. Banyaknya pejabat atau politikus yang terjerat kasus korupsi menjadi penegas bahwa sebagian dana yang dikumpulkan itu melalui cara-cara ilegal: korupsi. Persoalan pengelolaan uang di tubuh parpol memang selalu remang-remang. Itu sejalan dengan tesis Adam Przeworski (2007) bahwa sesuatu yang luput dari perhatian dalam demokrasi modern adalah mengenai akses dan penggunaan dana berpolitik.

Berpartai politik memang membutuhkan topangan dana. Kita mengapresiasi gagasan bantuan subsidi parpol oleh negara., karena memang teks undang undang mengakomodir tentang itu. UU No 2/2011 tentang Partai Politik menyebut sumber dana parpol yang legal berasal dari: iuran anggota, bantuan negara (APBN dan APBD), dan sumbangan pihak luar (swasta) yang tidak mengikat. Pembiayaan parpol oleh negara sudah dilakukan, seperti di Jerman, Swedia, Israel, Kanada, Australia, Austria, Spanyol, Prancis, Jepang, Meksiko, dan Belanda.

Menurut survei ACE Electoral Network terhadap 180 negara, sebanyak 58% negara membiayai parpol melalui anggaran negara. Pembiayaan itu dapat dialokasikan melalui hibah langsung maupun pembiayaan tak langsung. Namun, pembiayaan parpol di beberapa negara ini tidak bisa serta merta diterapakan, mengingat Indonesia memiliki konteks sosial, politik, budaya dan ekonomi yang berbeda. Kita memang membutuhkan parpol yang mandiri dan tidak korupsi sebagai infrastruktur bagi penyangga tegak demokrasi. Jika parpol kita sehat maka demokrasi akan semakin bermartabat.


Persoalan dana parpol harus melibatkan kajian serius dari berbagai macam aspek dan multiplier effect yang ditimbulkan. Selain manajeman keuangan yang kredibel, transparan dan akuntabel, hal penting lain yang perlu dipertimbangkan adalah sejauh mana kesiapan “budaya politik” parpol kita. Kekagetan parpol dalam menerima dana RP 1 triliun hanya akan menjebak suasana kejiwaan elite politik untuk menyimpangkannya. Dalih agar tidak korupsi belum sepenuhnya bisa dijadikan justifikasi bagi pemerintah untuk membiayai parpol.


Belum ada riset ilmiah yang membuktikan bahwa pendanaan parpol oleh negara menurunkan angka korupsi politik. Sebaliknya, kita khawatir jika pendanaan parpol itu justru akan membuat parpol berjamaah “membunuh” demokrasi dengan membiarkan diri mereka terjerembab ke dalam lubang kartelisasi. Alangkah baiknya jika wacana pak menteri itu, selain bersandar pada “teks” undang-undang juga perlu berkiblat pada“konteks” budaya politik parpol kita saat ini. Jangan sampai wacana dana parpol itu hanya mengisahkan aib berpartai politik. Tragis!!

Sabtu, 21 Mei 2016

Sambal Bawang Batak Joni Suyanto

Joni Suyanto adalah salah satu koki yang handal dalam memainkan bumbu. Terutama bumbu dapur macam bawang batak. Ada berbagai olahan sambal yang tentu saja memiliki rasa yang  berbeda, cara pengolahan, dan campuran bahannya pada tiap daerah di Indonesia. 



Jika selama ini kita mengenal sebatas sambal terasi, sambal cobek, dan sambal goreng bawang, maka kita juga mesti mencoba salah satu sajian sambal khas Merauke.

Namanya sambal bawang batak. Joni Suyanto sering kali bikin Sambal jenis ini populer di sejumlah masakan khas Sibolga dan beberapa daerah Tapanuli.

Cara masak Joni Suyanto sama seperti sambal cabai goreng biasa, dimana ada bumbu rempah cabai, tomat, bawang, dan garam. Ketika campuran cabai dan bumbu yang telah digiling halus digoreng, masukkan bawang batak beserta daun batang bagian atasnya yang panjang dan bewarna putih. Hasilnya sambal tampak dipenuhi oleh bawang batak yang matang bercampur cabai.



“Enak lah, nambah selera makan, apalagi bawang bataknya, paling enak makan sambal ini pakai ikan goreng,” kata Joni Suyanto .

Ada dua lokasi rumah makan yang menyediakan sambal khas bawang batak, yaitu Rumah Makan Joni Suyanto yang berada di Jalan Ir Juanda dan Jalan Sisingamangaraja Merauke kedua adalah cabang Joni yang tak jauh dari rumah makan induk.